Kalau ditanya, “Bagaimana caranya terlihat santai tapi tetap rapi?” aku selalu jawab: jangan paksakan. Santai itu bukan soal cuek, tapi soal percaya diri yang sudah diatur dari pagi. Aku bukan fashionista profesional, cuma cewek yang suka ngulik lemari dan ritual pagi biar hari terasa enak. Di sini aku mau bagi rahasia-rahasiaku yang sederhana: outfit, skincare, dan ritual pagi yang bikin aku selalu merasa siap keluar rumah — tanpa drama.
Outfit: Minimal, tapi ada personal touch
Triknya: bangun dari dasar. Aku pakai konsep capsule wardrobe ringan. Dua pasang celana jeans nyaman (satu straight, satu mom-fit), satu blazer oversized, beberapa kaus polos warna netral, dan satu rok midi. Tambah aksesori kecil: kalung tipis, hoop kecil, dan satu scarf vintage yang bisa bikin look biasa jadi punya cerita.
Kalau buru-buru, aku pilih outfit yang bisa dipakai berulang: kaus putih + jaket denim + slip-on sneakers. Simpel, nyaman, dan keliatan rapi. Untuk acara santai yang mau tetap chic, ganti kaus putih dengan blouse krem dan tambahkan sabuk kecil — seketika proporsinya berubah. Satu hal penting: sepatu harus nyaman. Sepatu yang bikin kakimu sakit akan bikin kamu terlihat tegang, bukan santai.
Skincare pagi: sedikit tapi efektif (bukan ritual 15 langkah)
Adopsi skincare yang realistis. Aku percaya pada prinsip “less is more” di pagi hari. Langkah pagianku biasanya: cuci muka lembut, toner kalau perlu, serum vitamin C untuk kilau sehat, pelembap, dan tentu saja sunscreen. Sunscreen adalah non-negotiable — SPF 30 minimal. Kalau mau tampilan dewy yang natural, pakai pelembap dengan sedikit shimmer atau hydrating mist di atas make-up.
Aku juga suka pakai tinted moisturizer atau BB cream pada hari-hari santai. Hasilnya light coverage, kulit terlihat lebih segar, dan nggak perlu bedak tebal. Untuk alis, aku cuma sikat dan isi sedikit di bagian kosong. Lip balm berwarna adalah sahabat; satu sapuan saja sudah membuat wajah tampak hidup. Dan oh, kalau kulit lagi capek, sheet mask semalam sebelum tidur bekerja seperti magis.
Ritual pagi yang membuat segala sesuatunya terasa lebih ringan
Pagi itu penting. Bukan untuk ritual panjang yang membuatmu stres, tapi rutinitas kecil yang memberi sinyal ke otak: “Hari ini bisa di-handle.” Aku selalu mulai dengan segelas air putih besar — kadang aku tambahkan perasan lemon kalau mood lagi on. Lalu, lima menit peregangan sederhana: leher, punggung, sedikit yoga. Tubuh yang lentur membuat postur lebih santai sepanjang hari.
Membuat kasur sebentar saja juga berdampak besar pada mindset. Bunyi klise, tapi benar: tempat tidur rapi membuat ruang hidup terasa tertata. Sambil menyeduh kopi atau teh aku duduk sebentar di balkon, lihat langit, dan buat tiga niat kecil untuk hari itu. Nggak perlu ambisius; “selesaikan laporan”, “telepon mama”, atau “jalan-jalan 20 menit” cukup. Ritual ini menurunkan kecemasan dan bikin hari terasa lebih terkendali.
Detail kecil yang bikin beda — dan opiniku jelas
Ada banyak trik kecil yang sering aku lakukan: pakai parfum di titik nadi, pilih warna kuku yang netral, atau bawa tote bag yang kuat agar barang nggak berantakan di tas. Aku juga percaya pada fungsi “one staple item” — misalnya jaket kulit atau scarf warna-warni — yang bisa jadi penentu mood outfit. Dan kalau kamu butuh inspirasi visual, aku sering menemukan ide kombinasi dan moodboard menarik di dilamsa, tempatnya referensi estetika yang gampang ditiru.
Kalau ditanya, apa rahasia utamaku? Konsistensi. Bukan harus mewah, tapi konsisten merawat diri setiap hari. Sedikit usaha di pagi hari: pilih baju yang nyaman, rawat kulit dengan produk yang bekerja untukmu, dan lakukan ritual mini yang menenangkan — itu sudah cukup untuk membuatmu tampil santai namun penuh percaya diri. Dan selalu ingat: santai bukan berarti acuh. Santai itu pilihan gaya hidup yang datang dari kebiasaan baik.
Jadi, mulai besok pagi coba pilih satu hal dari daftar ini: atur outfit yang membuatmu bergerak bebas, pakai sunscreen, atau duduk lima menit sebelum memulai hari. Rasakan bedanya. Nanti kamu bakal percaya: tampil santai itu sederhana, asalkan kamu mulai dari hal-hal kecil yang nyata.